Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Trend Micro Siap 'Hadir' di Indonesia
E-mail Sebarkan 88% Virus Dunia'
Trend Micro Siap 'Hadir' di Indonesia

E-mail Sebarkan 88% Virus Dunia'


- detikInet

Jakarta - Trend Micro mengungkap data hasil survei ICSA yang mengatakan 92 persen penyebaran virus berasal dari Internet. Attachment e-mail menempati peringkat pertama dalam hal menularkan virus dengan angka 88 persen. Justru penyebaran virus dari media penyimpanan yang sifatnya removable, cenderung menurun.Virus yang berasal dari attachment e-mail tersebut kemudian menyebar di jaringan perusahaan. Demikian pernyataan Wong Joon Hoong, Country Manager Trend Micro untuk Indonesia dan Malaysia menjelaskan dalam presentasinya pada wartawan di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Rabu (15/6/2005). Proses mendownload dari Internet menempati peringkat kedua dalam penyebaran virus dengan angka 18 persen.Wong mengatakan perlunya proses edukasi ke masyarakat dan institusi tentang bahaya penyebaran virus. Dalam presentasinya, Wong mencontohkan kasus dalam pelatihan yang diadakan di perusahaan yang bermitra dengan Trend Micro. Perusahaan tersebut mengirimkan e-mail palsu (yang dibuat seperti Spam) yang ditujukan pada pegawainya, untuk mengetahui respon dari pegawai tersebut. Dari hasil survei internal tersebut, sebagian besar pegawai tertarik untuk membuka e-mail itu.Hasil survei lain dari lembaga riset Ferris Research menunjukkan, angka kerugian yang diderita perusahaan secara global karena virus dari Spam mencapai US$ 74,6 miliar (Rp 717 triliun). Angka tersebut terhitung dari sumber daya TI seperti bandwidth yang dipakai tidak semestinya, macetnya lalu lintas data, dan terganggunya layanan. Hal itu menyebabkan kehilangan produktivitas dan meningkatnya biaya help desk. "Ini menunjukkan perlunya meningkatkan awareness terhadap virus," tegas Wong.Targetkan Pangsa Pasar 35 PersenPerusahaan antivirus Trend Micro menyatakan siap untuk mempertajam operasinya di Indonesia. Dalam waktu dua bulan, tutur Wong, perusahaan ini akan membuka kantor cabang di Jakarta. Distribusi Trend Micro di Indonesia telah dilakukan sejak empat tahun lalu. Saat ini Trend Micro menargetkan 35 persen pangsa pasar di Indonesia. Hal itu akan dicapai dengan menembus pasar korporat, Usaha Kecil dan Menengah, serta eceran. Menurut Wong, dari sisi pemasaran di Indonesia, Jakarta memberikan kontribusi pendapatan sebesar 90 persen pertahunnya sejak 4 tahun lalu. "Tahun ini kita berharap angka tersebut meningkat 80 persen dari pendapatan tahun lalu," harap Wong.Trend Micro ialah perusahan penyedia layanan antivirus untuk e-mail berbasis server dan Internet Gateway. Klien Global Trend Micro sejauh ini mencakup Cisco System, Alcatel, Universal Studio, Pfizer hingga Volvo. Beberapa perusahaan telekomunikasi, bank dan otomotif di Indonesia juga tercatat sebagai konsumen Trend Micro. Rekanan perusahaan asal Amerika Serikat ini mencakup Cisco Systems, Juniper Networks, Hewlett-Packard, Microsoft, Sun Microsystem, IBM hingga Sony. Ketika Wong ditanya mengenai pesaing, ia menyebutkan perusahaan seperti Computer Associate dan Softhouse. (donnybu/)







Hide Ads