Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tragedi PD II Serbu Mailbox
Empat ISP Indonesia Terdeteksi Kirim Spam
Tragedi PD II Serbu Mailbox

Empat ISP Indonesia Terdeteksi Kirim Spam


- detikInet

Jakarta - Kisah seputar tragedi pengeboman yang membunuh ratusan ribu warga Jerman pada Perang Dunia II, menyebar lewat spam. E-mail sampah itu kini ada yang bersemayam di mailbox domisili Indonesia. Trojan yang menyusup di dalamnya, siap menginfeksi komputer.Hasil pantauan perusahaan antivirus lokal, PT. Vaksincom, menyebutkan bahwa minimal ada empat ISP Indonesia yang terdeteksi mengirim Ascetic.C. "Secara tidak langsung dapat kita simpulkan bahwa minimal pengguna dari 4 ISP di Indonesia ini komputernya terinfeksi Ascetic.C dan aktif melakukan spamming," kata Alfons Tanujaya, spesialis antivirus PT. Vaksincom, dalam pernyataan tertulisnya kepada detikinet, Jumat (20/5/2005)."Salah satu IP yang terdeteksi sangat aktif melakukan spamming adalah IP milik perusahaan Broadband Kabel yang berdomisili di Jakarta," imbuhnyaAscetic.C adalah trojan yang menginfeksi komputer tidak melalui e-mail, tapi melalui komputer yang pernah terinfeksi virus Sober.P. Virus ini akan secara otomatis menjalankan Ascetic.C pada waktu yang telah ditentukan. Ascetic.C diaktifkan dengan cara mengakses dua alamat web di Jerman, kemudian mengirim e-mail sampah. Kalau sudah begini, jaringan internet bisa sesak dibuatnya.Manipulasi E-mail PengirimAlfons menjelaskan, e-mail yang dikirimkan secara massal datang dengan alamat e-mail pengirim yang dimanipulasi. E-mail pengirim akan diambil secara acak dari 'koleksi' email yang didapat dari komputer yang terinfeksi Ascetic.C, demikian halnya dengan alamat e-mail penerimanya."Karena alamat e-mail penerima dan pengirim diambil dari komputer yang sama, besar kemungkinanya penerima akan membuka dan membaca e-mail spam tersebut. Terlebih jika e-mail yang dikumpulkan oleh virus tersebut, diambil dari daftar anggota mailing list," papar Alfons.Trojan ini mengirim e-mail dengan judul yang berbeda-beda. Menurut Alfons, ada 30-an variasi subjek e-mail yang umumnya dalam Bahasa Jerman dan sedikit dalam Bahasa Inggris. Sedangkan pesan e-mail umumnya berisi link ke beberapa situs berita Jerman.Ascetic.C juga menerapkan teknik pengiriman yang cukup pintar dan efisien. Karena selain mengirimkan dirinya satu persatu, trojan ini juga mengumpulkan semua e-mail dengan alamat domain yang sama dan mengirimnya sekaligus. "Hal ini tentunya meningkatkan volume dan efisiensi dari aktivitas spamming yang dilakukannya," kata Alfons.Mengusik Luka PD IIE-mail ini dikirim sebagai peringatan atas tragedi Perang Dunia II -- pengeboman Dresden oleh Sekutu -- yang memakan ratusan ribu korban penduduk sipil Jerman. Meski begitu, alasan tersebut tetap tidak dibenarkan karena aksi ini bisa mengganggu lalu-lintas internet. Bagi penerima e-mail yang tidak mengerti Bahasa Jerman, hal ini akan menambah kebingungan.Salah satu subyek e-mail yang menyebar adalah 'Gegen das Vergessen' (Menentang melupakannya), yang menceritakan detil tragedi yang berlangsung malam hari, tanggal 13 Februari 1945.Menurut Alfons, meski ada empat ISP yang terdeteksi mengirim trojan ini, perlu diketahui bahwa tidak berarti ISP tersebut tidak aman. "Karena sebenarnya menurut pemantauan kami ada ISP yang berusaha menjalankan perlindungan virus ini dengan cukup aktif, namun karena pengguna atau pelanggan ISP ini yang tidak menerapkan kebiasaan berinternet yang aman," katanya."Karena itu, Vaksincom menyarankan para pengguna internet untuk selalu menggunakan program antivirus yang ter-update secara otomatis. Dan hindari menggunakan program antivirus bajakan karena update yang diberikan kurang terjamin," imbuhnya.Usahakan untuk menggunakan program antivirus yang memiliki kemampuan update antivirus otomatis (tanpa melibatkan manusia), seperti Norman Internet Update. Ini akan meng-update definisi antivirus secara otomatis setiap kali komputer terhubung ke internet tanpa perlu melakukan klik apapun, tandas Alfons. Berikut adalah sejumlah IP pengirim Ascetic. Detilnya sengaja disembunyikan untuk alasan keamanan: 222.124.**.**, 202.137.**.**, 202.77.***.***, 202.73.***.***, 202.155.**.**. (wicak/)





Hide Ads