AS Gelar Latihan Perang Cyber
- detikInet
Jakarta -
Apa jadinya jika serangan hacker mampu melumpuhkan Amerika Serikat (AS)? Itu yang hendak disimulasikan badan intelijen AS dalam sebuah latihan perang cyber.Selama tiga hari Central Intelligence Agency (CIA) akan mensimulasikan kondisi serangan mendadak yang dikenal sebagai 'Silent Horizon'. Kondisi 'Silent Horizon' pernah terjadi sungguhan dalam serangan teroris ke WTC 11 September 2001 dan serangan Jepang ke Pearl Harbour tahun 1941. Kali ini yang ingin disimulasikan adalah 'Silent Horizon' di dunia cyber. Artinya, bagaimana pemerintahan dan industri di AS bisa merespon gangguan yang bertubi-tubi dan berbulan-bulan pada internet. Demikian keterangan dari peserta latihan tersebut, yang menolak disebutkan namanya, kepada Associated Press dan dikutip detikinet, Kamis (26/05/2005). Latihan itu digelar di daerah Charlottesville, Virginia, kira-kira dua jam dari ibu kota Washington D.C.Skenario Lima Tahun ke DepanSeperti apa latihan perang cyber itu? Pertama-tama, waktu dimajukan lima tahun ke depan. Skenarionya, akan ada kelompok anti AS yang mencakup hacker anti globalisasi. Serangan yang mereka lakukan bertahap, selama tiga hari, dan puncaknya akan terjadi pada jam-jam terakhir hari ketiga.Adanya latihan ini menunjukkan AS sudah bersiap-siap untuk menghadapi serangan cyber dalam skala besar. Padahal pakar terorisme AS selama ini mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Latihan itu digelar dalam pengawasan lembaga CIA bernama Information Operations Center. Lembaga tersebut bertugas mengevaluasi keamanan sistem komputer di AS dari pihak asing, organisasi kriminal dan hacker. Pesertanya, sebanyak 75 orang, terdiri dari anggota CIA, pejabat AS serta mantan pejabat AS. Para peserta dikumpulkan dalam sebuah ruang konferensi dan pura-pura bereaksi terhadap serangan cyber.Sebelum ini latihan serupa pernah digelar oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Latihan bertajuk 'Livewire' itu mengungkapkan keragu-raguan mengenai peran pemerintah AS dalam peristiwa serangan cyber. 'Livewire' juga mempertanyakan kemampuan pemerintah mendeteksi serangan secara dini jika tidak dibantu swasta.
(wicak/)