Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Baru Dibuat, Situs Pendukung Corby Dijahili Hacker?

Baru Dibuat, Situs Pendukung Corby Dijahili Hacker?


- detikInet

Jakarta - Seruan aksi boikot turis Australia ke Bali berlanjut lewat situs BanBali.com. Alih-alih berhasil, situs itu justru diserang pihak tak dikenal. 'Perang'?BanBali.com didirikan oleh warga Australia yang menentang hukuman penjara 20 tahun yang diterima Schapelle Corby. Tujuan akhirnya? Pembebasan tanpa syarat bagi 'Si Cantik' Schapelle Corby. Hukuman itu dijatuhkan kepada Corby atas penyelundupan 4,2 kilogram ganja dari Australia ke Bali. Menurut juru bicara BanBali.com, Simon Joseph, situs itu diharapkan bisa memicu tekanan politis untuk membebaskan Corby dari penjara. Tekanan itu akan datang dari warga Australia dalam bentuk memboikot liburan ke Bali.Joseph berharap akan ada hukum di Indonesia yang memungkinkan pembebasan tanpa syarat bagi warga negara asing. Sedangkan hukum yang ada saat ini, tuturnya, hanya memungkinkan pengampunan bagi terdakwa yang telah mengakui perbuatannya."Pemerintah Australia dan Indonesia harus memahami bahwa orang Australia tidak bisa menerima keadaan ini. Kami, melalui pilihan yang demokratis, siap 'melukai' ekonomi Bali dengan memboikot liburan ke Bali selama Schapelle Corby masih di penjara," sebut Joseph seperti ditulis The Australian yang dikutip detikinet, Senin (30/5/2005).Situs itu didirikan oleh pekerja industri pemasaran di Australia. Sebagai alternatif, situs itu menyarankan liburan ke Hawaii atau Kepulauan Fiji. Joseph mengatakan situs itu tidak bekerjasama dengan badan pariwisata di dua daerah itu.Meskipun bukan dimaksudkan sebagai petisi, situs itu mencantumkan nama orang-orang yang telah berjanji untuk tidak mengunjungi Bali. Situs tersebut seharusnya mulai beroperasi hari ini, Senin (30/5/2005).Langsung Diserang Hacker?Saat dikunjungi oleh detikinet, Senin (30/5/2005), situs tersebut sulit diakses. Saat akhirnya terbuka, pukul 14.30, situs BanBali.com hanya tampil untuk beberapa detik. Kemudian pengunjung akan dialihkan ke situs lain yang menampilkan gambar tak senonoh. Pada pukul 15.10, situs BanBali.com sudah bisa dikatakan normal. Namun dalam daftar nama yang terpampang di situs tersebut masih ada tanda-tanda kejahilan 'dedemit cyber'. Bisa jadi hal itu adalah ulah 'dedemit dunia maya' yang tidak suka dengan aksi boikot Bali. Jika benar, ini bukan pertama kalinya suhu tinggi di dunia nyata merembet ke dunia maya. Dalam 'krisis perairan Ambalat', yang terjadi sekitar Februari dan Maret lalu, terjadi balas-membalas aksi web defacement antara Indonesia dengan Malaysia. Bahkan 'dedemit cyber' dari Australia konon sempat terlibat dalam 'tawuran cyber' Indonesia versus Portugal seputar isu Timor-Timur beberapa tahun lalu.Jika benar aksi itu dilakukan pihak dari Indonesia, bukan tidak mungkin aksi terhadap BanBali.com akan memicu aksi balasan dari Australia. Jika demikian? Cyberwar lagi? (wicak/)






Hide Ads