Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pengguna E-mail Makin Toleransi Spam

Pengguna E-mail Makin Toleransi Spam


- detikInet

Jakarta - Para pengguna e-mail kini makin toleran dengan e-mail sampah (spam) yang menyambangi mail-box mereka. Ini tampak pada hasil survei yang dilakukan Pew Internet dan American Life Project.Survei menunjukkan, makin sedikit pengguna e-mail yang menghindari e-mail karena spam. Di Amerika Serikat, spam menyebabkan 53 persen pengguna e-mail usia dewasa tidak percaya pada e-mail. Angka ini menurun dibanding tahun lalu, yang mencapai 62 persen. Sementara tahun 2003, angkanya sama seperti data tahun ini.Survei juga menunjukkan, layanan e-mail makin disukai meski ancaman spam mengintai. Sekitar 22 persen pengguna e-mail jarang menghabiskan waktu ber-e-mail ria, karena e-mail sampah. Ada penurunan 29 persen dibanding tahun lalu. Sementara tahun 2003, persentasenya menunjukkan angka 25 persen."Hal ini menunjukkan, toleransi terhadap spam kini mulai terbentuk," ujar Deborah Fallows, peneliti di Pew serta penulis isu terkait. "Mungkin karena sekarang orang mulai terbiasa. Hal ini dianggap seperti gangguan umum lainnya, sebut saja polusi udara dan kemacetan, mereka mulai belajar untuk menerima," katanya seperti dikutip dari Associated Press, Senin (11/4/2005).Hal lain yang berhasil diungkap dari hasil studi, spam pornografi kini mulai berkurang, digantikan dengan e-mail tipuan "phishing". E-mail jenis ini biasanya bertujuan mencuri password bank dan informasi sensitif lainnya.Kebiasaan orang dalam membasmi e-mail sampah juga mengalami sedikit perubahan.Beberapa persen orang menolak memberi alamat e-mailatau membuat alamat e-mail khusus, jika aktivitas yang mereka lakukan berpotensi mengundang spam. Survei juga menunjukkan, orang mulai tidak membiasakan diri untuk mengirim alamat e-mail ke situs-situs web, dimana spammer (pengirim e-mail sampah-red) sering mencari alamat-alamat e-mail untuk dijadikan target operasi.Walau begitu, banyak pengguna e-mail yang membuat alamat-alamat e-mail yang sulit ditebak--misalnya "wsh342d3x"-- hal ini akan menyulitkan dictionary attacks. Dictionary attacks adalah suatu aksi dimana para spammer mencoba mencari alamat yang akan dikirimi spam dengan mengkombinasikan kata-kata dari kamus.Survei ini dilakukan dengan wawancara melalui telepon, dengan 1.421 responden yang merupakan pengguna internet. Survei dilakukan dari 13 Januari sampai 9 Februari dengan batas kesalahan sampling kurang lebih 3 persen. (rouzni/)




Hide Ads