Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kelemahan di IE dan Outlook Kembali Ditemukan

Kelemahan di IE dan Outlook Kembali Ditemukan


- detikInet

Jakarta - Perusahaan keamanan kembali menemukan dua kelemahan pada produk Microsoft - broser Internet Explorer dan Outlook. Mereka mengkategorikan kelemahan ini sebagai "high risk" (beresiko tinggi).Kelemahan software telah dilaporkan oleh perusahaan keamanan eEye Digital Security, kepada Microsoft. Perusahaan keamanan ini juga mengumumkan hal ini di situsnya. Seperti dikutip dari News Factor, Senin (4/4/2005), Microsoft mengaku telah memeriksa kelemahan yang dilaporkan, dan berkata pihaknya belum menerima laporan tentang adanya serangan yang memanfaatkan kelemahan tersebut. Juru bicaranya juga menambahkan akan menindaklanjuti dan mengambil langkah perlindungan bagi para pengguna, setelah investigasi dirampungkan.Salah satu kelemahan yang dilaporkan eEye adalah pada instalasi IE dan Outlook, yang membolehkan kode berbahaya ikut dieksekusi tanpa campur tangan pengguna. Menurut eEye, kebocoran ini ditemukan pada tanggal 16 Maret lalu.Perusahaan menjelaskan, kelemahan ini akan berdampak pada sistem operasi Windows NT 4.0, Windows 2000 dan Windows XP. eEye masih meneliti kemungkinan apakah hal ini juga berdampak pada Windows 2003.Kelemahan lainnya ditemukan pada 29 Maret, masih dikisaran IE dan Outlook, tetapi eEye belum membeberkan sistem mana yang bermasalah.Kelemahan Beresiko TinggiKelemahan yang ditemukan pada kedua software ini, dinilai wajar jika dikategorikan "high risk", karena para cracker dapat melancarkan serangan dari mana saja di seluruh dunia, selama ada akses ke internet, tandas eEye. Kelemahan sistem bisa menyebar luas dan mengundang aksi eksploitasi, mengingat serangan bisa datang dari web browser maupun Outlook client."Apabila kebocoran tersebut ditemukan, seseorang dapat mengakses sembarang PC hanya dengan melalui halaman web atau mengirim email," Jelas Marc Maiffret, pendiri dan chief hacking officer dari eEye." Mereka juga bisa melalui chat client."Kerawanan software muncul disaat Microsoft mendapat kritik tajam dari industri kemaanan, bukan hanya mengenai kelemahannya, tetapi juga cara mereka menangani masalah tersebut.Banyak yang mengeluh kelambatan Microsoft dalam mengeluarkan patch (program tambalan) untuk kebocoran pada softwarenya. "Microsoft menghabiskan waktu setahun untuk memperbaiki kerusakan dimana menurut standard industri, hal itu harusnya beres dalam waktu dua bulan," tandas Maiffret. (rouzni/)





Hide Ads