Hasil Riset
'Virus Ponsel Terlalu Gembar-Gembor'
- detikInet
Jakarta -
Sebuah riset terbaru mengkritisi hasil riset Symantec mengenai ancaman virus pada ponsel. Riset baru ini menyebut ancaman virus pada ponsel terlalu dibesar-besarkan.Riset tersebut dilakukan oleh WDSGlobal belum lama ini. WDSGlobal adalah perusahaan yang menangani support lewat telepon untuk beberapa perusahaan besar, termasuk Nokia, Ericsson, serta operator seluler seperti T-Mobile dan Orange.Akhir April lalu perusahaan anti virus Symantec menerbitkan riset mengenai virus pada ponsel. Salah satu hasilnya adalah, 73 persen pengguna smartphone menyadari adanya ancaman virus pada ponsel mereka.Menurut Doug Everton, kepala komunikasi WDSGlobal, masyarakat perlu menyadari bahwa masalah virus ponsel itu sebenarnya masih langka. Data WDSGlobal menyebutkan, hanya ada 0,0036 persen telepon yang menanyakan soal virus ponsel ke klien mereka. Tepatnya hanya 10 dari 275 ribu lebih penelepon yang menanyakan soal virus ponsel.Kepada Cnet, yang dikutip detikinet Jumat (06/05/2005), Overton mencibir praktek 'menakut-nakuti' dan 'gembar-gembor yang berlebihan'. "Pada kenyataannya, hanya ada 14 'inti virus' di dunia saat ini, sebagian besar relatif tidak berbahaya. Kebanyakan virus itu dibuat sebagai bukti konsep untuk memberi peringatan," ia menjelaskan.Langkanya virus ponsel didukung oleh masih sedikitnya ponsel yang mampu diinfeksi virus. "Virus ini hanya menginfeksi sistem operasi ponsel yang rumit, itu saja hanya 4 persen dari ponsel," Overton memaparkan.Virus ponsel juga dinilai belum berbahaya karena penyebarannya bisa dideteksi oleh pengguna. Selain itu, kebanyakan virus ponsel menyebar secara terbatas karena membutuhkan medium Bluetooth.EvolusiNamun di masa depan, Overton mengakui, ada kemungkinan virus ponsel akan berevolusi menjadi lebih ganas. "Saat ini ada beberapa yang memang ganas, misalnya trojan Skulls yang bisa merusak ponsel anda," tukasnya.Hal senada diungkapkan Bruce Schneider, Chief Technolofy Officer di Counterpane Internet Security. Bruce percaya virus ponsel jangan diremehkan. Meski ia mengakui saat ini belum ada yang menyebar pada skala yang signifikan.Di masa depan, tutur Bruce, virus ponsel bisa lebih berkembang. "Mungkin akan lebih banyak ketika ponsel digunakan untuk alat bantu transaksi keuangan," ia menjelaskan.Matt Ekram, manajer produk keamanan produk mobile dari Symantec, pernah mengungkapkan kekhawatirannya soal hal itu. "Kami terkejut dengan banyaknya orang yang mulai menggunakan ponsel untuk transaksi keuangan, lalu lintas informasi rahasia hingga online banking. Tentunya serangan di masa depan akan ke arah itu," tutur Ekram.Di sisi lain, Overton percaya ancaman keamanan tidak akan membuat penjualan ponsel melempem. "Saya akan sangat terkejut jika seseorang memilih ponsel yang kurang canggih hanya karena takut pada virus," ia menambahkan.
(wicak/)