Hacker Incar Pembangkit Listrik
- detikInet
Jakarta -
Perusahaan listrik menjadi target serangan cyber para hacker di Internet. Bukan hanya situs web, sasarannya adalah merusak peralatan dan menyebar teror. Ancaman tersebut muncul di Amerika Serikat (AS), salah satu perusahaan penyedia listrik bagi negara adidaya itu konon mengalami percobaan serangan hingga ratusan kali per hari. "Kami tidak bisa tahu siapa yang berusaha menyerang sistem kami," ujar John R. Collins, kepala penanggulangan risiko di Constellation, pengelola salah satu perusahaan listrik besar di AS, kepada washingtonpost.com, Senin (14/03/2005).Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan yang disebabkan oleh serangan cyber. Namun kekhawatirannya adalah akan muncul serangan cyber terorganisir yang mampu melumpuhkan infrastruktur listrik di AS.Sebuah demonstrasi yang digelar di laboratorium milik departemen energi AS beberapa waktu lalu menunjukkan bagaimana seorang hacker mampu menembus dan 'mengacak-acak' sistem komputer sebuah perusahaan listrik. Demo tersebut membuat pemerintah federal AS menekankan pentingnya keamanan komputer di perusahaan listrik. Menurut Ken Watts, pejabat di laboratorium itu, simulasi yang digelar menunjukkan bagaimana seseorang menyusup memasuki sistem manajemen bisnis yang terhubung ke Internet kemudian ke sistem yang menangani operasional pembangkit. Pada akhirnya demo tersebut menunjukkan bagaimana seorang hacker dapat memotong pasokan minyak ke salah satu turbin sehingga merusak peralatan yang digunakan. Bukan Sebatas DemoNamun apa yang terjadi di AS bukan sebatas sebuah demonstrasi di laboratorium. Di dunia nyata, sistem komputer perusahaan listrik beberapa kali ditembus oleh hacker.Hal itu dikemukakan oleh Joseph M. Weiss, spesialis keamanan komputer dari Kema Inc., konsultan keamanan komputer untuk industri energi. Weiss mengatakan tidak bisa merinci perusahaan mana yang terkena dan seperti apa serangan yang terjadi. Namun hal itu memang benar terjadi pada beberapa perusahaan di AS.Perusahaan keamanan juga sering melakukan penyusupan langsung ke sistem milik perusahaan listrik untuk membuktikan kelemahannya. "Kami pernah menembus sistem yang nyata dan aktif," ujar Lori Dustin, vice president pemasaran untuk Verano, perusahaan penjual produk keamanan. Ancaman terbesar bagi perusahaan listrik, menurut para analis, adalah masih digunakannya alat-alat tua oleh perusahaan listrik. Pasalnya banyak perangkat lawas yang lebih mudah disusupi, sedangkan membeli perangkat baru membutuhkan nilai investasi yang tidak kecil. Lagipula, sejauh perangkat lama masih mampu memenuhi kebutuhan yang ada, perusahaan listrik diperkirakan tidak akan membeli perangkat baru.Menurut O. Sami Saydjari, CEO Cyber Defense Agency, serangan hacker bisa menyebabkan 'mati lampu massal' seperti yang terjadi di AS pada tahun 2003 lalu. "Saya yakin bahwa kerusakan yang paling tidak setara, atau mungkin lebih buruk, dapat dilakukan lewat hacking," ujar Saydjari.Tahun 2003 lalu sebagian besar kawasan AS dilanda mati lampu total. Ini mencakup kota-kota besar seperti New York dan lainnya, juga sebagian Kanada. Pemerintah AS menyalahkan kejadian itu pada beberapa insiden terpisah seperti 'pohon yang menghalangi transmisi listrik'. Beberapa saat setelah kejadian itu sempat muncul spekulasi virus komputer berada di balik mati lampu massal itu.
(ien/)