Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Merasa Dirugikan
Mobile-8 Akan Usut Pembobol Frenship
Merasa Dirugikan

Mobile-8 Akan Usut Pembobol Frenship


- detikInet

Jakarta - Pihak tertentu berhasil membobol ponsel murah Frenship sehingga bisa dipakai untuk nomor operator lain. Mobile-8 merasa dirugikan dan bertekad untuk melakukan proses hukum.Kerjasama bertajuk 'Frenship' antara Mobile-8 dengan Samsung menghadirkan ponsel Samsung SCH-N356 ke pasaran dengan harga relatif murah, Rp 388 ribu. Tapi ada syaratnya, pengguna hanya boleh menggunakan ponsel itu untuk nomor Mobile-8.Syarat tersebut diterapkan dengan cara 'mengunci' ponsel dari sisi piranti lunaknya (operator lock). Menurut Zen Smith, Director and Chief Organizational Officer Mobile-8, hal itu merupakan upaya melindungi investasi Mobile-8.Harga asli ponsel Samsung itu konon menembus Rp 1 juta. "Produk dari Samsung itu bagus, kami subsidi lebih dari 50 persen, sampai ke Rp 388 ribu. Kami mensubsidi secara real," ujarnya kepada wartawan di Kafe Bima, Menara Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (27/04/2005).'Kreativitas' Khas IndonesiaBelakangan diketahui ada pihak-pihak yang berhasil membobol operator lock tersebut. "Selama ini hal itu dianggap sebagai praktek dagang biasa, padahal itu ilegal," tutur Zen.Anehnya, pembobolan itu hanya terjadi di Indonesia. "Kejadian dibukanya operator lock ini baru terjadi di Indonesia saja. Handset samsung itu hanya beredar di India dan Indonesia," tutur Lee Kang Hyun, Direktur Samsung Electronics Indonesia.Bahkan markas besar Samsung di Korea, ujar Lee, terkejut dengan kejadian ini. "Padahal dengan sistem subsidi yang diterapkan Mobile-8 ini perkembangan CDMA cukup pesat," tutur Lee.Zen mengaku tidak mengetahui persis berapa banyak ponsel Frenship yang telah dibobol. Pihaknya juga masih menyelidiki apakah pembobolan tersebut dilakukan perorangan atau sebagai jasa yang ditawarkan toko tertentu. Zen menegaskan bahwa itu adalah tindakan ilegal. Pengacara Mobile-8, tuturnya, telah menemukan sudut pandang hukum yang memungkinkan untuk mengusut pelaku pembobolan tersebut. Mobile-8, ujar Zen, sudah pasti mengalami kerugian materiil akibat perbuatan itu. "Tunggu saja, pasti ada tindakan hukum!" tukas Zen.Tidak KapokPembobolan itu biasanya dilakukan untuk mengalihkan ponsel ke nomor operator CDMA lain. Misalnya untuk memakai nomor Telkom Flexi atau Esia. Menurut Zen konsumen tidak tepat jika membandingkan Fren dengan Flexi atau Esia. Menurut Zen kedua layanan itu adalah fixed wireless yang cakupannya terbatas. Sedangkan Fren adalah selular. Untungnya kejadian ini tidak membuat Mobile-8 trauma. Menurut Zen, Mobile-8 masih akan menggelar program serupa di masa mendatang. Hanya saja ia memperkirakan akan ada pergantian jenis handset yang digunakan. Selain itu Mobile-8 juga mempertimbangkan metode subsidi yang berbeda. Selain, ujar Zen, metode pengamanan yang lebih baik. (wicak/)





Hide Ads