Selasa, 12 Des 2017 13:58 WIB

Hacker Rusia Curi Rp 135 Miliar dari Jaringan ATM

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi. Foto: Getty Images Ilustrasi. Foto: Getty Images
Jakarta - Sebuah grup hacker asal Rusia bernama MoneyTaker disebut sukses mencuri hampir USD 10 juta atau sekitar Rp 135 miliar dari jejaring ATM di Amerika Serikat dan Rusia.

Aksi peretasan sekaligus pencurian ini berlangsung selama 18 bulan ke belakang. Dalam serangan ini, ada 18 bank yang menjadi target, dan 15 di antaranya adalah bank asal AS, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Selasa (12/12/2017).

Serangan ini menjebol sistem transfer antarbank untuk membajak perintah pembayaran. Kemudian rekening si hacker yang dipakai untuk menimbun hasil pencurian itu pun ditarik uangnya menggunakan ATM.

Serangan pertama yang ketahuan terjadi pada musim semi 2016, di mana MoneyTaker menyerang jaringan milik Star milik First Data, yang merupakan sistem jaringan transfer untuk ATM terbesar di AS. Mereka pun menyerang jaringan CRB AW di Rusia, dan mencuri dokumen dari sistem Fed Link milik OceanSystems, yang dipakai oleh 200 bank di AS.

Tak jelas siapa yang ada di balik MoneyTaker, karena mereka terus menerus mengganti alat dan metodenya untuk menjebol keamanan software. Merka pun sangat berhati-hati dalam menghapus jejaknya.

Peretasan semacam ini tak berdampak langsung kepada pemilik rekening, karena ini menyerang sistem transfer antarbank, bukan mengosongkan rekening milik perorangan. (asj/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed