Aksi peretasan sekaligus pencurian ini berlangsung selama 18 bulan ke belakang. Dalam serangan ini, ada 18 bank yang menjadi target, dan 15 di antaranya adalah bank asal AS, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Selasa (12/12/2017).
Serangan ini menjebol sistem transfer antarbank untuk membajak perintah pembayaran. Kemudian rekening si hacker yang dipakai untuk menimbun hasil pencurian itu pun ditarik uangnya menggunakan ATM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak jelas siapa yang ada di balik MoneyTaker, karena mereka terus menerus mengganti alat dan metodenya untuk menjebol keamanan software. Merka pun sangat berhati-hati dalam menghapus jejaknya.
Peretasan semacam ini tak berdampak langsung kepada pemilik rekening, karena ini menyerang sistem transfer antarbank, bukan mengosongkan rekening milik perorangan. (asj/rou)