Sebagian calon juragan teknologi masa depan sangat fokus membangun perusahaannya, sehingga bahkan mengabaikan kehidupan cintanya. Bagi Mahir Laul, pendiri startup software SDM bernama Velric, hiruk-pikuk seks dan romansa yang khas di masa muda harus mengalah demi ambisinya membesarkan perusahaannya.
"Ada dua hal yang paling saya pedulikan, gym dan pekerjaan saya. Saya terobsesi dengan pekerjaan. Kehidupan cinta saya hancur lebur."" kata Laul kepada Business Insider.
Dengan begitu besarnya tekanan untuk membangun unicorn teknologi berikutnya, Laul mengatakan sebagian besar rekan sesama pengusahanya mengalami nasib yang sama. Mereka menjalani gaya hidup yang tidak menyisakan banyak ruang untuk asmara, baik yang santai maupun yang serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biayanya sangat tinggi," ujar Annie Liao, pendiri perusahaan pendidikan AI, Build Club. "Setiap malam yang Anda habiskan untuk pergi keluar adalah waktu yang seharusnya bisa Anda gunakan untuk membangun startup Anda."
Ia menyebut bahwa teman-teman sekamarnya di San Francisco juga merasakan hal yang sama. Bagi para calon orang kaya baru Amerika ini, aplikasi kencan adalah gangguan yang sangat besar.
Mereka yang sudah terjun ke dunia kencan mengatakan bahwa mereka melakukannya jauh sebelum masa-masa merintis bisnis. Sekarang setelah mereka menjadi pendiri, hubungan jangka panjang yang mereka miliki ternyata berguna di dunia bisnis.
"Berada dalam sebuah hubungan sangat membantu untuk membangun perusahaan," kata Yang Fan Yun, salah satu pendiri Composite, perusahaan yang menawarkan agen AI. Yun bertemu pacarnya saat ini di awal masa kuliahnya di Stanford. Sekarang setelah ia berada dalam mode membangun, ia merasa pacarnya sangat membantu dalam hal-hal seperti pengujian produk.
"Anda pasti sering mendengar mentalitas, 'di balik setiap pria sukses, ada wanita yang tepat. Daripada mencari hubungan sesaat, saya cenderung mencari seseorang sebagai pasangan hidup. Tapi itu sulit," cetus Laul yang dikutip detikINET dari Futurism.
Sikap pantang asmara demi ambisi ini bukan satu-satunya hal yang memisahkan pendiri teknologi dari teman-teman segenerasi mereka. Motivasi yang sama juga memicu maraknya gerakan bebas alkohol, serta hubungan yang sangat kaku dan fungsional terhadap makanan.
Secara keseluruhan, ini adalah sesuatu yang dinilai cukup aneh bagi para calon orang kaya abad ke-21. Dalam pengejaran kekayaan dan status, mereka justru meninggalkan kesenangan-kesenangan yang dulunya mendefinisikan kehidupan kelas atas.
Saksikan Live DetikSore :
(fyk/fyk)