Jumat, 04 Agu 2017 11:18 WIB

Pemuda Penakluk WannaCry Ditangkap FBI

Fino Yurio Kristo - detikInet
Marcus Hutchins (tengah). Foto: Mirror Marcus Hutchins (tengah). Foto: Mirror
Las Vegas - Mei lalu, ransomware WannaCry membuat dunia heboh karena mengancam berbagai organisasi dan meminta tebusan tak sedikit. Untunglah ada pemuda Inggris bernama Marcus Hutchins yang berhasil menjinakkannya. Tapi ada kabar mengejutkan, ia telah ditangkap aparat Amerika Serikat.

Dikutip detikINET dari Reuters, Marcus yang berusia 23 tahun ini ditangkap oleh FBI ketika berada di Las Vegas Rabu lalu. Marcus datang ke kota judi itu untuk mengikuti konferensi sekuriti Black Hat dan Def Con.

Kasus yang membelit Marcus dipastikan tidak ada sangkut pautnya dengan WannaCry. Tapi tindakan yang diduga dilakukannya di masa silam.

Dokumen di pengadilan Wisconsin menyebut Marcus yang dikenal dengan nama online MalwareTech dituding membuat, mengiklankan, mendistribusikan, dan mendapat untung dalam penyebaran kode malware bernama Kronos. Kronos mencuri data bank dan kartu kredit antara Juli 2014 sampai 2015.

Marcus ditangkap bersama tersangka lain yang tak disebutkan namanya. Saat ini proses hukum atasnya telah berlangsung di pengadilan Las Vegas

Pahlawan WannaCry

Nama Marcus terkenal setelah sukses menaklukkan WannaCry. Awalnya dia menganalisis sampel WannaCry dan menemukan ransomeware itu terhubung dengan alamat web tak terdaftar. Dia lalu mendaftarkan domain itu yang ternyata jadi cara jitu menghentikan WannaCry. WannaCry mendadak non aktif begitu mengenali domain sudah terdaftar dan serangannya sangat jauh melambat

Perbuatan itulah yang melambungkan nama Marcus. Sempat menyembunyikan identitasnya, Marcus akhirnya diketahui namanya oleh media Inggris yang memang terkenal sangat gigih.

Setelah berhasil menjinakkan WannaCry, dia bermitra dengan lembaga pemerintah Inggris, National Cyber Security Centre untuk mencegah versi baru WannaCry menyebar. Dan juga kebanjiran tawaran pekerjaan.

Marcus yang bekerja jarak jauh untuk perusahaan sekuriti Amerika Serikat, Kryptos Logic, masih tinggal di rumah orang tuanya di selatan Inggris bersama saudara lelakinya. Ia bekerja dari kamarnya yang kecil, menjinakkan WannaCry.

Namun sekarang nasibnya berubah cukup drastis karena dituding melakukan pelanggaran hukum. Tapi mungkin saja jasanya menghentikan WannaCry menjadi pertimbangan khusus. (fyk/rns)
Marcus Hutchins (tengah). Foto: Mirror
Foto: Mirror
Foto: Mirror
Foto: Mirror
Foto: Mirror
Foto: Mirror
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed