Dunia kejahatan cyber bawah tanah di Rusia memang disinyalir sangat besar sehingga banyak di antara mereka berpotensi direkrut, terutama tentu yang keahliannya tinggi. Deputi Kementerian Pertahanan Rusia, Gleg Ostapenko sudah menyatakan kalau hacker yang akan dipekerjakannya bisa saja punya catatan kriminal.
"Memang ada beberapa kasus di mana penjahat cyber ditahan namun tidak pernah sampai ke penjara," sebut Dmitri Alperovitch dari perusahaan sekuriti CrowdStrike yang dikutip detikINET dari New York Times.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir semua negara maju di dunia ini, sayangnya, menciptakan kapabilitas ofensif dan banyak yang sudah membenarkannya," kata Anton M. Shingarev, Vice President Kaspersky.
Tahun 2013 misalnya, pemerintah Rusia mencoba mempekerjakan Dmitry A. Artimovich, hacker yang ditahan karena membuat email spam. Dia bisa langsung bebas jika mau bekerja untuk pemerintah.
"Gajinya memang kecil. Tapi jika kamu melakukan sesuatu yang ilegal dan terancam dipenjara selama 8 sampai 9 tahun, tawaran ini bisa membantu Anda," kata dia.
Walau demikian, Dmitry ternyata punya prinsip dan tidak menerima tawaran itu. Dia memilih melalui proses pengadilan dan akhirnya dipenjara setahun lamanya. (fyk/fyk)