Tahun 2026 diproyeksikan menjadi fase penting dalam evolusi kecerdasan buatan (AI), ketika teknologi ini tidak lagi dipandang sebagai fitur tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari. Perubahan tersebut terlihat jelas pada fitur Galaxy AI yang kini digunakan secara aktif oleh mayoritas pengguna perangkat flagship Samsung untuk menunjang produktivitas dan kreativitas.
Berdasarkan data internal Samsung Electronics Indonesia, tingkat penggunaan (usage rate) Galaxy AI di jajaran perangkat flagship melonjak signifikan. Jika pada 2024 tingkat adopsinya berada di angka 71,6%, pada 2025 angkanya meningkat tajam menjadi 86,9%. Artinya, hampir 90% pengguna flagship Samsung kini mengandalkan Galaxy AI dalam keseharian mereka.
Lonjakan adopsi tersebut mencerminkan perubahan perilaku konsumen dalam memanfaatkan smartphone. Galaxy AI tidak lagi digunakan sekadar untuk mencoba fitur baru, melainkan telah menjadi alat bantu utama dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi, pencarian informasi, hingga proses kreatif yang lebih efisien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Circle to Search Paling Favorit
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut tingginya tingkat penggunaan Galaxy AI menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian dari rutinitas digital pengguna.
"Dalam dua tahun terakhir, Galaxy AI telah mengubah cara pengguna menyelesaikan aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja maupun berkreasi. AI kini digunakan secara aktif untuk mempercepat proses, seperti mencari informasi tanpa berpindah aplikasi, merapikan konten, hingga membantu pengguna menuangkan ide dengan lebih cepat," ujarnya.
Ia menambahkan, fitur yang paling sering digunakan memperlihatkan kebutuhan pengguna akan kepraktisan.
"Circle to Search with Google menjadi fitur paling dominan dengan tingkat penggunaan 76% karena memungkinkan pengguna mencari informasi langsung dari apa yang mereka lihat di layar. Sementara Photo Assist dan Generative Edit banyak dimanfaatkan untuk menyempurnakan foto dan konten visual secara cepat. Insight ini menjadi dasar bagi Samsung untuk menghadirkan inovasi Galaxy AI yang semakin relevan di tahun 2026," jelasnya.
Meningkatkan Produktivitas
Salah satu faktor utama tingginya tingkat penggunaan Galaxy AI adalah kemampuannya menyederhanakan aktivitas kerja. Produktivitas tidak lagi diartikan sebagai bekerja lebih lama, tetapi bekerja dengan cara yang lebih cerdas. Melalui integrasi AI langsung di sistem, pengguna dapat menjalankan berbagai tugas tanpa harus berpindah aplikasi atau melakukan proses manual yang memakan waktu.
Dalam konteks komunikasi lintas negara, fitur Live Translate & Interpreter memungkinkan pengguna melakukan panggilan kerja atau percakapan langsung dengan klien asing menggunakan terjemahan real-time. Terjemahan muncul langsung di perangkat, sehingga alur komunikasi tetap natural tanpa jeda untuk membuka aplikasi penerjemah pihak ketiga.
Sementara itu, Transcript Assist menjadi solusi praktis untuk aktivitas rapat dan diskusi. Pengguna cukup merekam percakapan, lalu Galaxy AI akan mengubah audio menjadi teks, memisahkan suara pembicara, serta merangkum poin-poin penting secara otomatis. Dengan begitu, risiko catatan terlewat dapat diminimalkan dan proses tindak lanjut menjadi lebih cepat.
Fitur Now Brief Foto: Samsung |
Untuk membantu pengguna mengatur hari dengan lebih terstruktur, Galaxy AI menghadirkan Now Brief. Fitur ini secara proaktif menyajikan ringkasan jadwal, pengingat penting, dan informasi relevan dalam satu tampilan singkat. Pendekatan ini mengurangi waktu yang biasanya dihabiskan untuk mengecek berbagai aplikasi sekaligus membantu pengguna memprioritaskan aktivitas sejak awal hari.
Di sisi kreativitas, Galaxy AI juga berperan besar dalam menurunkan hambatan teknis yang sering memperlambat proses berkarya. Melalui Photo Assist, pengguna dapat meningkatkan kualitas foto, menyesuaikan komposisi, dan memperbaiki detail secara otomatis, sehingga konten visual siap digunakan tanpa proses pengeditan yang rumit.
Fitur Generative Edit menjadi kunci lain yang mendorong adopsi Galaxy AI. Dengan kemampuan memodifikasi elemen dalam foto, seperti memindahkan objek atau menyempurnakan latar belakang secara natural, pengguna dapat mengeksplorasi ide visual dengan lebih bebas dan cepat. Proses produksi konten pun menjadi lebih efisien tanpa memerlukan keahlian teknis khusus.
Untuk kebutuhan pembuatan video, Audio Eraser memberikan fleksibilitas tambahan. Galaxy AI mampu memisahkan suara utama dari kebisingan latar secara otomatis, sehingga hasil audio tetap jernih meskipun direkam di lingkungan yang ramai, tanpa perlu peralatan tambahan.
Ke depan, Samsung menegaskan akan terus mengembangkan Galaxy AI agar semakin memahami konteks dan kebiasaan pengguna. Dengan pendekatan tersebut, AI tidak hanya berfungsi sebagai fitur pendukung, tetapi berperan aktif dalam mengubah cara pengguna bekerja, berkreasi, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih efisien dan bermakna.
(afr/fay)


