Jumat, 02 Des 2016 07:06 WIB

Awas! Ada Malware di Akun Google Anda

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Cara malware mencari celah untuk menyusup ke perangkat smartphone kian pintar. Tak hanya melalui browser atau jejaring sosial, tapi juga melalui celah baru, yakni lewat akun Google Anda.

Setidaknya itulah yang ditemukan oleh peneliti keamanan di Check Point Software Technologies. Dalam penelitian terbaru, perusahaan menemukan jutaan akun Google yang terinfeksi malware bernama Gooligan.

Menurut informasi, malware jenis baru ini mampu mengakses data sensitif pengguna dan mengambil alamat email. Dengan demikian, pelaku akan mengambil dan mengakses data sensitif dari Gmail, Google Photos, Google Docs, Google Play, Google Drive dan G Suite.

"Pencurian lebih dari satu juta detail akun Google sangat mengkhawatirkan dan menggambarkan sebuah tahap baru di dalam penyerangan cyber. Kami melihat pergerakan strategi di dalam pikiran hackers yang sekarang cenderung menargetkan smartphone agar mereka bisa mengambil data sensitifnya," ujar Michael Shaulov, Head of Mobile Products Check Point, Jumat (2/12/2016).

Dari hasil penelitiannya, ditemukan fakta bahwa sebanyak 13.000 ponsel Android terinfeksi setiap harinya. Kebanyakan ponsel tersebut masih berjalan di sistem operasi Android Jelly Bean dan KitKat, di mana keduanya memiliki persentase 74% dari seluruh ponsel Android yang saat ini dipakai di seluruh dunia.

Setelah berhasil menyusup, Gooligan akan mengambil revenue dengan cara meng-install app dari Google Play secara curang dan memberi rating seakan pengguna ponsel yang melakukannya.

Pihak Check Point sendiri sudah berkoordinasi dengan pihak Google terkait isu keamanan ini. "Kami menghargai bantuan Check Point atas masalah ini dan kita sudah bekerjasama untuk saling mengerti dan mengambil tindakan atas isu-isu tersebut," ujar Direktur Android Security Google, Adrian Ludwig.

Sebagai langkah keamanan, perusahaan mesin pencariaan raksasa ini telah menghubungi pengguna yang terkena serangan siber ini dan telah mencabut token mereka, menghapus aplikasi yang terhubung dengan malware Ghost Push dari Google Play, serta menambahkan beberapa teknologi pelindungan pada teknologi Verify Apps. (mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed