Yahoo Ketahuan Mata-matai Email Pengguna

ADVERTISEMENT

Yahoo Ketahuan Mata-matai Email Pengguna

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 05 Okt 2016 15:24 WIB
Foto: CEO Yahoo
Jakarta - Masalah Yahoo tak cuma soal hacker yang menjebol data penggunanya, ternyata mereka pun memata-matai data penggunanya atas perintah dari lembaga pemerintah Amerika Serikat.

Aksi mata-mata ini dilakukan oleh Yahoo sejak 2015 lalu dengan membuat program khusus untuk 'menyaring' konten dari setiap email yang masuk ke akun penggunanya. Kata kunci dalam 'saringan' itu sendiri diberikan oleh pihak lembaga-lembaga tersebut, baik National Security Agency (NSA) ataupun FBI.

Menurut tiga orang mantan karyawan Yahoo dan seseorang yang mengetahui masalah ini, Yahoo mengikuti permintaan rahasia dari pemerintahan AS, untuk memindai ratusan juta akun Yahoo Mail, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (5/10/2016).

Tak banyak yang diungkap Yahoo dalam pernyataan resminya mengomentari kasus ini. "Yahoo adalah perusahaan yang taat aturan, dan mengikuti semua hukum yang berlaku di Amerika Serikat," tulis Yahoo dalam pernyataannya.

Ini adalah kasus pertama di mana ada perusahaan AS yang memenuhi permintaan lembaga intelijen AS untuk memantau ratusan ribu akun email secara real time, bukan mencari dari email yang sudah disimpan ataupun mencari dari akun-akun tertentu saja.

Tak jelas informasi apa yang dicari oleh lembaga intelijen tersebut, namun menurut sumber, yang jelas mereka hanya mencari email yang mengandung karakter, kata, ataupun kalimat sesuai dengan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Menurut dua orang mantan karyawan Yahoo, keputusan CEO Yahoo Marissa Mayer untuk mengikuti perintah pemerintah AS ini membuat sejumlah eksekutif senior Yahoo marah. Kemarahan ini kemudian diikuti pengunduran diri chief information security officer Yahoo Alex Stamos pada Juni 2015. (asj/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT