Risikonya pun tak tanggung-tanggung, bila terinfeksi ransomware yang diketahui bernama 'Cyber.Police' ini di layar ponsel akan muncul pop-up yang 'mengunci' seluruh fungsi perangkat. Tak ada yang bisa dilakukan pengguna sampai sini, tiap kali ponsel di-restart yang akan muncul di layar ponsel adalah pop-up tadi.
"Itu ('Cyber.Police'-red) akan mematikan semua aplikasi. Mencegah aplikasi (misal: antivirus) untuk menghentikan ransomware tersebut. Melakukan pengesetan untuk menjadi yang pertama aktif ketika boot, dan juga melakukan komunikasi ke server command-and-control," jelas Blue Coat, yang merilis laporan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, malware 'Cyber.Police' tidak butuh instalasi APK untuk menginfeksi ponsel yang jadi korbannya. Tak dijelaskan bagaimana caranya, pokoknya ransomware ini disebut bisa langsung menginfeksi ponsel korban ketika digunakan untuk mengakses situs porno tertentu.
Namun menurut Blue Coat, sejauh ini kasusnya baru ditemui di Android 4.0 ICS dan Android 4.3 Jelly Bean. Sedangkan di Android 4.4 KitKat hanya ditemukan ancaman yang punya sifat mendekati, belum bisa dipastikan kalau itu ancaman yang sama. (yud/ash)