Tujuan serangan cyber ke jaringan ISIS itu adalah untuk mengganggu jalur komunikasi mereka, yang nantinya akan menghambat operasional mereka, dikutip detikINET dari Cnet, Kamis, (3/3/2016).
Dalam konferensi persnya, Departemen Pertahanan AS menyebut kalau serangan itu adalah bagian dari operasi gabungan AS dengfan Irak dan kelompok etnis Kurdis untuk mengambil kekuasaan ISIS di Mosul, yang adalah basis kelompok tersebut di Irak Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak dijelaskan lebih lanjut soal metode yang digunakan AS dalam serangan cyber tersebut. Namun dari pernyataan Carter itu, kemungkinan yang digunakan adalah distributed denial of service (DDoS).
Namun tak cuma AS juga menyebut kalau mereka menggunakan cybertool khusus untuk untuk mengganggu kemampuan ISIS dalam beroperasi dan berkomunikasi di medan perang dunia maya.
Serangan cyber semacam ini pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, saat sebuah 'cacing' bernama Stuxnet menyerang fasilitas nuklir milik Iran. Sampai saat ini tak terkonfirmasi siapa pelaku penyerangan tersebut, meski banyak pihak menyebut bahwa AS adalah pelakunya. (asj/fyk)