"Sekarang pelakunya sedang menikmati hal ini. Bagi mereka, (Adobe-red) Flash adalah berkah dari tuhan," ujar Jerome Segura, peneliti keamanan di Malwarebytes, dikutip detikINET dari New York Times, Rabu (8/5/2015).
Serangan tersebut dimulai pada 28 Juli lalu, dan didesain untuk bisa menjangkau jutaan orang di dunia maya. Wajar, saat ini situs utama Yahoo saja mempunyai sekitar 6,9 miliar pengunjung setiap bulannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu si malware akan mencari Adobe Flash yang tidak ter-update, untuk bisa 'mengambil alih' komputer tersebut. Ia bisa saja bertindak sebagai ransomware, atau sekadar mengarahkan browser untuk mengakses situs tertentu yang diinginkan si hacker.
Yahoo sendiri sudah mengakui keberadaan serangan ini. Namun menurut mereka, dampaknya tak sebesar yang dibayangkan.
"Kami memperhatikan semua ancaman keamanan secara serius. Dan terjadi representasi yang salah soal skala serangan ini, dan kami masih akan terus menginvestigasi isu ini," ujar juru bicara Yahoo dalam keterangannya.
(asj/fyk)