Kerentanan tersebut ditemukan lembaga keamanan mobile, Zimperium. Mereka mendapati masalah yang berasal dari cara ponsel Android menganalisa pesan yang masuk.
Dikutip dari CNN Money, Selasa (28/7/2015), Android secara otomatis memproses file media yang masuk, termasuk foto, musik dan video bahkan sebelum pengguna membuka pesan. Di saat bersamaan malware mulai menginfeksi ponsel Android.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Zimperium sendiri telah menginformasikan kerentanan Ini kepada Google pada awal Mei lalu. Pihak Google pun menanggapi dengan serius dan langsung melakukan perbaikan.
Dalam kurun 48 jam, Google telah merilis patch untuk kode basis Android secara internal. Kode tersebut segera dibagikan kepada para manufaktur yang tergabung dalam program partnership Android. Selanjutnya barulah dirilis ke publik menjadi bagian Android Open Source Project (AOSP).
Sayangnya, proses perilisan update Android dari para vendor yang cenderung lama membuat kerentanan ini lambat teratasi. Alhasil ratusan juta ponsel Android masih dalam bahaya besar.
(ash/ash)