Menilik kembali ke tahun 2013, investigasi selama dua tahun yang berujung pada kasus penggerebekan Silk Road di tahun tersebut, akhirnya berhasil menjerat Ross Ulbricht alias Dread Pirate Roberts (DPR).
Ulbricht merupakan pendiri dan otak di balik pasar gelap yang memperdagangkan narkotika di ranah Deep Web. Ia pun selanjutnya harus menjalani sisa hidupnya di balik jeruji besi setelah divonis hukuman penjara seumur hidup di bulan Mei 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, para ahli keamanan yakin bahwa kasus tersebut belum tamat. Situs-situs tiruan serupa, seperti Agora, Silk Road 2, dan Evolution kini dikabarkan juga semakin menjamur sejak penggerebekan dan penyitaan Silk Road.
"Kami juga telah berhasil melakukan pengusutan mengenai sejumlah jaringan yang menjamin anonimitas dan akses yang tak dapat terlacak ke Deep Web, satu di antara yang paling terkenal adalah TOR," ujar Trend Micro, dalam keterangannya yang dikutip detikINET, Senin (6/7/2015).
Apa itu Deep Web?
Singkatnya, Deep Web merupakan bagian dari internet yang tidak terindeks. Deep Web kasat mata bagi pengguna biasa, karena halaman dan elemen di dalamnya tidak mudah dijangkau menggunakan perambah biasa.
Deep Web seringkali diasosiasikan sebagai TOR, Freenet, maupun jaringan-jaringan lain yang mendukung anonimitas. Ketiganya dapat disebut pula sebagai darknet, dan merupakan bagian dari Dark Webβyakni bagian tertentu dari Deep Web yang membutuhkan tools yang canggih atau perangkat khusus untuk bisa mengaksesnya.
Deep Web dapat pula digambarkan sebagai operasi bawah tanah bila menilik dari skala, perilakunya yang cepat berubah-ubah, serta akses yang digunakannya untuk menerobos. Bahkan, bagian-bagian tertentu dari Deep Web tersebut mustahil dapat dijangkau melalui sarana tradisional kebanyakan, sehingga membuatnya bak surga bagi para penjahat siber atau mereka yang membutuhkan ajang untuk melakukan perdagangan barang haram maupun memperjualbelikan layanan secara ilegal.
Narkotika, contohnya, bisa dengan mudah diperoleh di Deep Web. Namun barang selundupan semacam narkotika tersebut, bukan merupakan satu-satunya komoditi yang banyak diminati dan diperdagangkan di Deep Web. Berikut beberapa barang haram dan kegiatan ilegal yang dijalankan di ranah Deep Web:
β’ Layanan pencucian uang dan Bitcoin.
β’ Jual-beli barang curian.
β’ Perdagangan passport dan kewarganegaraan secara ilegal.
β’ Bocoran informasi mengenai pemerintah, aparat penegak hukum, maupun selebriti.
β’ Jasa pembunuhan.
β’ Dan lain sebagainya.
Perlu dicatat, bahwa item-item tersebut hanya sebagian saja dari apa yang diperdagangkan di ranah Deep Web. Selain untuk ajang memperdagangkan barang haram dan layanan ilegal, para penjahat cyber juga memanfaatkan Deep Web sebagai sarana untuk melancarkan aksi mereka.
Trend Micro sendiri pernah mencium adanya upaya para penjahat cyber tersebut untuk memanfaatkan TOR sebagai bagian dari konfigurasi serangan malware dalam serangkaian kejadian ancaman keamanan yang masyhur, seperti VAWTRAK dan CryptoLocker. Hal tersebut supaya langkah kejahatan yang mereka tempuh tidak mudah terendus.
(ash/fyk)