Hal itu diungkapkan Budi Raharjo, Ketua Id-CERT selaku penggagas Indonesia Malware Summit 2015 yang digelar di Gedung Telkom Japati, Bandung, Selasa (5/4/2015).
"Jutaan virus malware (malicious software) menginfeksi komputer dan perangkat digital milik orang Indonesia. Sudah menjadi korban, kita pun bahkan dituduh menyebarkan malware ini. Tidak terlalu salah jika kita katakan saat ini Indonesia darurat malware," kata Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap tumbuh penelitian-penelitian tentang malware di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah, munculnya perusahaan anti virus untuk penanganan malware di Indonesia yang dikembangkan oleh para entrepreneur muda. Ini semua membutuhkan dukungan dan keberpihakan dari pemerintah," ungkapnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Direktur Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Aidil Chendramata mengatakan, malware saat ini dilakukan oleh kriminal cyber canggih dalam waktu tertentu. Tak hanya Windows, semua jenis komputer termasuk tablet dan ponsel sudah menjadi sasaran program jahat.
"Untuk itu dibutuhkan investigasi khusus, sehingga bisa meminimalisasi bahaya malware," ujar Aidil.
Dalam acara tersebut hadir sejumlah narasumber dari Datacomm, Vaksincom dan ServerHack.org.
(avi/ash)