Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Detik-detik Menuju Sejarah, Ujian Terakhir Sebelum Astronaut ke Bulan

Detik-detik Menuju Sejarah, Ujian Terakhir Sebelum Astronaut ke Bulan


Fino Yurio Kristo - detikInet

Roket SLS
Roket SLS sudah di peluncuran. Foto: Space.com
Jakarta -

NASA memiliki banyak hal yang harus diselesaikan sebelum dapat mengirim empat astronaut ke Bulan, kemungkinan 6 Februari. Misi Artemis 2 ini dijadwalkan selama 10 hari guna membawa empat astronaut mengelilingi Bulan. Mereka adalah Reid Williams dari NASA (komandan), Victor Glover (pilot), dan Christina Koch (spesialis misi), bersama astronaut Badan Antariksa Kanada dan spesialis misi Jeremy Hansen.

Namun, sebelum roket Space Launch System (SLS), pesawat antariksa Orion, dan krunya dapat meninggalkan Bumi dari posisinya saat ini di Landasan Peluncuran 39B di Kennedy Space Center (KSC) di Florida, tes teknis dan upaya pengisian bahan bakar besar perlu dilakukan.

"Mengapa kami berpikir bahwa kami akan berhasil di Artemis 2 adalah karena pelajaran yang telah kami pelajari. Artemis 1 adalah uji terbang dan kami belajar banyak selama kampanye tersebut dalam upaya mencapai peluncuran" kata direktur peluncuran Artemis 2, Charlie Blackwell-Thompson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SLS dan Orion Artemis 2 meninggalkan Vehicle Assembly Building (VAB) di KSC hari Sabtu pukul 07.01 pagi EST (19.01 WIB), mencapai landasan hampir tepat 12 jam kemudian.

Lengan akses kru roket, yang memungkinkan keempat astronaut dan tim pendukung mencapai pesawat antariksa Orion, akan menjalani beberapa uji ayun. Sistem evakuasi darurat untuk membawa astronaut menjauh dari SLS jika terjadi masalah mendesak sebelum peluncuran, akan dikonfigurasi. Pemeriksaan landasan dan komunikasi frekuensi radio, bersama dengan servis booster, juga akan dilakukan.

Namun hal yang akan dinantikan semua orang adalah wet dress rehearsal atau pengujian pengisian bahan bakar dan prosedur selama simulasi hitung mundur, yang diharapkan NASA selesai paling lambat 2 Februari atau empat hari sebelum jendela peluncuran Artemis 2 dibuka pada 6 Februari.

"Selama wet dress, tim mendemonstrasikan kemampuan untuk memuat lebih dari 700.000 galon propelan kriogenik ke dalam roket, melakukan hitung mundur peluncuran, dan berlatih mengeluarkan propelan dari roket dengan aman tanpa astronaut di lokasi," tulis pejabat NASA.

Ini adalah momen penting tak hanya bagi NASA, tapi juga bagi komunitas antariksa karena misi Artemis 1 memerlukan setidaknya empat percobaan wet dress rehearsal sebelum NASA menganggap roket aman untuk diluncurkan. Thompson yang juga memimpin operasi peluncuran untuk Artemis 1 mengatakan NASA telah belajar beberapa hal sejak saat itu.

Thompson menekankan tim tidak terburu-buru dan hanya akan meluncurkan roket ketika mereka benar-benar siap dan aman. Meskipun 6 Februari adalah tanggal peluncuran utama untuk Artemis 2, jendela peluncuran tersedia setidaknya pada bulan Februari, Maret, dan April.

"Kita perlu melewati wet dress. Kita perlu melihat pelajaran apa yang kita dapatkan dari hasilnya. Dan itu pada akhirnya akan menentukan jalan kita menuju peluncuran," cetus Thompson yang dikutip detikINET dari Live Science.

"Dengan wet dress tanpa masalah yang signifikan, jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka tentu saja ada peluang [peluncuran] di bulan Februari yang bisa dicapai," pungkasnya.




(fyk/afr)
TAGS




Hide Ads