Dibandingkan pada kuartal pertama 2013 hingga akhir kuartal kedua 2013, jumlah serangan yang berasal dari Indonesia meningkat dua kali lipat.
Berdasarkan laporan keamanan tersebut, Indonesia mengantongi porsi terbesar serangan dengan perolehan 38%, naik 17% dari periode sebelumnya. Sedangkan China, yang sebelumnya mendominasi, kini hanya memiliki porsi 33%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia itu cuma punya IP publik sekitar 5,8 juta, China ada 100 juta lebih dan Amerika 145 juta lebih. Lalu kok bisa, Indonesia mengalahkan mereka (serangan cyber China dan AS-red.)," kata Alfons, saat berbincang dengan detikINET, Jumat (18/10/2013).
Menurutnya, ada beberapa hal yang jadi pemicu Indonesia sebagai sarang serangan cyber. Salah satunya kontrol keamanan internet yang kurang ketat dari pemerintah dan kurangnya kepedulian para pihak penggelola IP di Tanah Air.
"Mereka yang mengelola harusnya sadar, dan bisa mengambil langkah-langkah untuk mengamankan server mereka. Harusnya mereka malu dengan kejadian ini," tegas Alfons.
Akamai sendiri merupakan salah satu penyedia layanan internet terbesar, sedikitnya 30% lalu lintas data di seluruh dunia melewati jaringan mereka.
"Jadi jelas, data mereka itu valid dan sudah bisa dijadikan tolak ukur," Alfons menandaskan.
Artikel Terkait:
-. Mereka yang Jadi Bulan-bulanan Hacker ChinaΒ
-. Mengenal Anonymous, Grup Hacker Paling Berpengaruh di DuniaΒ
-. 5 Negara dengan Tentara Cyber Terkuat
-.Β 6Β HackerΒ Remaja yang Mengguncang Dunia Komputer
(eno/ash)