Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Waspada! WiFi Publik Banyak yang Tak Aman

Waspada! WiFi Publik Banyak yang Tak Aman


- detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Titik-titik WiFi begitu mudah ditemui di berbagai ruang publik. Pun demikian, Anda jangan lantas lengah. Sebab masih banyak akses WiFi yang tidak aman.

Menurut Kaspersky, banyak hotspot yang tidak dilengkapi dengan sistem pengamanan, dan para pengguna pun banyak yang tidak sadar atau tidak waspada akan masalah yang bisa ditimbulkan.

Menurut survei perusahaan keamanan internet tersebut, sebanyak 34% pengguna tidak melakukan tindakan khusus untuk melindungi aktivitas mereka saat online menggunakan WiFi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu sebanyak 14% pengguna tanpa ragu berbelanja online atau melakukan internet banking di jaringan apapun yang bisa mereka dapatkan.

"Sedangkan hanya 13% pengguna yang meluangkan waktu untuk mengecek standar enkripsi di hotspot yang mereka gunakan," kata pihak Kaspersky, melalui keterangan resminya yang dikutip detikINET, Jumat (18/10/2013).

Mengapa WiFi begitu rentan? Karena kita akan pernah tahu sedang apa yang dilakukan oleh seseorang yang berada di meja sebelah yang juga menggunakan laptop.

Karena bisa saja ia sedang mengawasi trafik iInternet orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk Anda. Mungkin saja ia sedang melakukan serangan β€˜A Man-in-the-Middle’.

"Akses poin apa pun bisa menjadi jendela penghubung ke internet bagi perangkat apapun yang tersambung ke akses tersebut. Request dari sebuah perangkat akan melalui akses poin, dan baru setelah itu perangkat bisa membuka situs yang diinginkan," sebut Kaspersky.

Tanpa adanya enkripsi komunikasi antara pengguna dan akses poin, sangatlah mudah bagi penjahat cyber untuk mengintersepsi atau menangkap data apapun yang Anda masukkan, termasuk data yang Anda masukkan saat online banking atau ketika belanja online.

Selain itu, serangan seperti ini tetap mungkin terjadi meskipun hotspot terlindungi dengan password dan koneksi https antara situs yang ingin dibuka dan browser pengguna diset ke pengaturan aman (secure).

Lalu, data apa yang menarik perhatian penjahat cyber? Jawabannya adalah berbagai data yang bisa digunakan untuk meraup keuntungan, terutama login dan password akun-akun email, e-banking, e-payment, dan jejaring sosial.

Untuk mengatasi ini, Kaspersky Lab menganjurkan menggunakan koneksi yang aman ke akses poin. Melakukan ini saja sudah cukup mengurangi risiko intersepsi trafik oleh penjahat cyber.

Namun, bila pengguna ingin membuka situs yang meminta informasi personal seperti username dan password, tindakan pencegahan di atas harus diikuti dengan tools perlindungan tambahan seperti menggunakan aplikasi keamanan yang mumpuni.

(tyo/ash)





Hide Ads