Sudah menjadi rahasia umum bila badan keamanan Amerika Serikat, NSA, kerap dilaporkan meminta sejumlah pembesut layanan internet untuk memberikan akses terkait aktivitas penggunanya.
Meski begitu, sejumlah perusahaan yang terpengaruh rumor tersebut akhirnya menepisnya dan meyakinkan netter akan keamanan data pribadinya.
Namun laporan terakhir mengungkapkan, meski sejumlah perusahaan tidak lagi memberikan akses, NSA disebut-sebut tetap coba 'mengintip' aktivitas pengguna lewat titik lemah teknologi enkripsi yang digunakan pembesut layanan website yang diakses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pada Jumat lalu (6/0/2013), Google juga dilaporkan baru saja merilis apa yang disebutnya sebagai laporan transparansi yang isinya mengungkap permintaan akses oleh pemerintahan AS selama bertahun-tahun.
Tidak hanya itu, seperti detikINET kutip dari KTLA, Senin (9/9/2013), dilaporkan Yahoo juga merilis laporan transparan serupa yang isinya juga mengungkap permintaan data pengguna oleh pemerintah AS selama enam bulan terakhir.
Nah, sikap transparansi inilah yang disebut coba dilakukan Google dan Yahoo untuk melakukan 'serangan balik' kepada NSA. Mereka tak mau membalasnya dengan aksi represif, melainkan dengan sikap buka-bukaan yang justru akan membuat publik ikut jadi pemantau.
(yud/ash)