Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ponsel Kian 'Seksi' untuk Diretas & Dikupas

Ponsel Kian 'Seksi' untuk Diretas & Dikupas


- detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Modus serangan cyber kini dilaporkan sudah bergeser ke perangkat portable. Ponsel pintar dan tablet PC menjadi dua gadget yang menjadi incaran utama untuk diretas dan dikupas.

Diretas di sini maksudnya adalah aksi penyusupan yang dilakukan terhadap perangkat tersebut. Sementara dikupas merujuk pada aksi hacker yang kerap mencuri informasi pribadi di gadget korban.

Menurut Ketua Wakil Ketua Bidang Operasional Keamanan Jaringan Id-SIRTII, M. Salahuddien, portability dan mobility menjadi isu yang pada saat ini ramai diperbincangkan para penggiat keamanan cyber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan di CERT China, sejak awal tahun sudah menerima 7 juta laporan infeksi perangkat ponsel. Artinya vektor serangan itu mulai beralih ke perangkat personal sebagai titik penyerangan sekaligus korban," tukasnya kepada detikINET.

Keamanan di tingkat end user juga hampir bisa dipastikan masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan pengamanan sistem di level perusahaan. Artinya, peretas dapat semakin bebas melakukan aksi usilnya dengan menyuntikkan program jahat.

"Artinya ancaman itu sekarang sudah benar-benar ada di tengah kita sebagai end user. Di tangan kita bahkan dan lebih memprihatinkan lagi kalau kita dibandingkan dengan infeksi pada perangkat portabel seperti laptop itu tidak konek setiap saat. Sementara perangkat yang mobility sekarang ini di tangan kita selalu online," tukas pria yang biasa disapa Didin Pataka ini.

Sehingga, dulu jika serangan masih bisa diprediksi -- misalnya hanya aktif pada saat tertentu berdasarkan dari perilaku penggunaan alatnya seperti komputer kantor, maka sekarang ini bisa terjadi kapan saja di mana saja.

"Bisa terjadi dari tempat dan waktu yang tak terduga sama sekali bahkan dari lingkungan sekeliling kita orang-orang yang dikenal. Tren insider attack karena infeksi perangkat mobility personal ini amat tinggi dalam 3 tahun terakhir menurut presentasi US CERT," jelas Didin.

"Di Indonesia tampaknya juga sama kecenderungannya, laporan kasus-kasus itu juga sekarang melibatkan gadget dan aneka layanan mobility/data," ia menandaskan.


(ash/fyk)





Hide Ads