Untuk membuktikan keberhasilannya meretas server pemerintah, kelompok hacker yang menamakan diri Lords of Dharmaraja itu memposting sejumlah data rahasia Symantec pada situs pastebin dan Google+.
Namun dikonfrimasi Symantec, hal itu bualan belaka. Perusahaan antivirus asal Amerika Serikat ini mengaku data mereka masih aman, termasuk source code Norton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Symantec, dokumen tersebut berisi cara kerja aplikasi mereka yang pernah diberikan kepada pemerintah India, jadi tidak ada data penting di dalamnya. Meski demikian, penyelidikan mengenai kasus ini masih akan terus ditindaklanjuti.
(eno/rns)