Lewat akun Twitternya, salah satu pengguna yang mengaku dari anggota Anonymous mengklaim telah berhasil membobol jaringan Stratfor, konsultan yang memiliki klien besar seperti Apple, Microsoft, dan lembaga pemerintah AS.
Naas bagi Stratfor, pekan lalu Anonymous mengaku telah memiliki sejumlah data penting dari para kliennya yang sebagian besar adalah milik US Defense Department, US Army, Air Force, dan kepolisian Miami. Seperti dikutip detikINET dari cnet, Rabu (28/12/2011), data tersebut antara lain:
- 50.277 nomor kartu kredit, 9,651 di antaranya masih bisa digunakan.
- 86.594 alamat e-mail.
- 27.537 nomor telepon.
- 44.188 password yang terenkripsi, 50% di antaranya dapat dengan mudah didekripsi.
Konon sebagian data yang dicuri itu dimanfaatkan Anonymous untuk kepentingan kemanusiaan. Seperti dilansir venturebeat yang menyebutkan bahwa, kartu kredit yang masih aktif itu digunakan untuk berdonasi ke lembaga Red Cross dan Save the Children di Amerika Serikat pada saat perayaan Natal lalu.
(eno/ash)