Stratfor sendiri merupakan salah satu perusahaan yang menawarkan jasa konsultasi soal taktis dan strategi intelijen, analis keamanan sebuah perusahaan, dan demografi politik di beberapa negara.
Konon perusahaan asal Amerika Serikat itu memiliki beberapa klien yang amat dijaga kerahasiaannya seperti US Defense Department, US Army, Air Force, lembaga penegak hukum, kontraktor keamanan, dan perusahaan teknologi terkemuka seperti Apple dan Microsoft.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu pun coba dibuktikan dengan membeberkan sejumlah bukti seperti screenshot data, serta link khusus merujuk ke klien Stratfor yang sebenarnya bersifat sangat rahasia.
Ironisnya, grup peretas yang mencuat namanya akibat skandal situs 'whistleblower' WikiLeaks itu menyebutkan bahwa Stratfor tidak melakukan enkripsi terhadap data para penggunanya, sehingga dapat dengan mudah sekali dibaca.
"Anonymous hacks and discredits @STRATFOR intelligence company. Maybe they should learn what encryption is," tulis grup tersebut.
(eno/eno)