"Nilai transaksi perdagangan data underground itu jumlahnya luar biasa, bahkan bisa mencapai miliaran dolar," ujar Raymond Goh, Director System Engineering Symantec.
Menurut Symantec, selain nomor kartu kredit dan profil seseorang, data yang diperjualbelikan itu kebanyakan milik perusahaan yang bersifat rahasia. Data seperti ini biasanya akan dilirik para pesaing perusahaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Parahnya lagi, mereka tidak hanya menjual rootkit, tapi juga layanan support. Termasuk untuk upgrade aplikasi tersebut," tambah Raymod ketika ditemui di Grand Indonesia, Kamis (15/11/2011).
(eno/ash)