Malware ini datang dalam berbagai bentuk, terkadang ia menyamar menjadi aplikasi dan kadang ia menyusup di app markets. Dilansir detikINET dari TechCrunch, Rabu (3/8/2011), 3 dari 10 pengguna ponsel telah mengklik link yang beracun, termasuk link jahat dan link phishing.
Cara lain yang dijalankan oleh pembuat malware ialah dengan menginfeksi ponsel melalui taktik yang dikenal dengan nama Malverstising. Taktik ini memanfaatkan iklan mobile (mobile ads) untuk menggiring user ke situs jahat. Apabila user sudah mendarat di situs ini, maka pengunduhan otomatis terhadap malware akan terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari laporan ini diketahui bahwa pengguna Android menghadapi ancaman malware 2,5 kali lebih banyak dibandingkan 6 bulan lalu. Diperkirakan, sebanyak 500.000 orang terinfeksi malware Android di pertengahan tahun pertama 2011. Selama 6 bulan ini pula, jumlah aplikasi yang disusupi malware naik dari angka 80 ke 400 aplikasi.
Agar pemilik smartphone tetap aman dalam menggunakan ponselnya, sebaiknya kehati-hatian harus tetap dijaga dalam mengunduh sebuah aplikasi dan jangan asal mengklik link melalui browser di ponsel.
(sdj/wsh)