Demikian penilaian Randy Abrams, Director of Technical Education di perusahaan keamanan Eset Amerika Utara.
"Dari sisi keamanan, perangkat komunikasi mobile masih tergolong kuno, cenderung primitif dan kebijakan-kebijakan yang dikendalikan oleh pihak vendor, ternyata justru menambah peluang yang menguntungkan bagi pelaku kejahatan dunia maya," tukas Abrams.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT Prosperita-ESET Indonesia menyampaikan, perangkat komunikasi mobile saat ini telah menjadi layaknya desktop dalam bentuk yang kecil.
Namun sayangnya perangkat keamanan dalam bentuk perangkat lunak antivirus belum diterima secara luas oleh pengguna smartphone sebagai kelengkapan yang krusial sebagaimana pada desktop dan laptop.
Padahal hingga saat ini serangan malware Android mengalami peningkatan hingga 400% sejak periode September 2010.
Dilaporkan juga bahwa metode penyebaran malware pada perangkat mobile tertinggi adalah melalui aktifitas download aplikasi, dan pada sebagian besar dari pengguna smartphone tidak melengkapi perangkatnya dengan proteksi antivirus.
(ash/fyk)