Tak bisa dipungkiri, pengguna internet saat ini tak hanya mengakses internet dari satu perangkat saja. Selain lewat desktop atau notebook, akses melalui perangkat mobile seperti smartphone dan tablet sudah makin sering dilakukan.
Masalahnya, kebanyakan perlindungan keamanan yang ada hanya melakukannya per perangkat. Kaspersky Lab ingin mengubah ini dengan paradigma 'user centric'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlindungan berbasis pengguna ini, ujar Grebennikov, akan melindungi semua data yang digunakan. Ia mencontohkan hal sederhana seperti meng-upload foto ke Facebook yang di dalamnya tertanam data lokasi.
Perlindungan berbasis identitas ini, lanjutnya, bisa diibaratkan pengguna berlangganan layanan iTunes dari Apple. Dari satu identitas iTunes, Apple ID, pengguna bisa mendapatkan layanan di berbagai perangkat.
"Modelnya adalah berbasis langganan, cukup mirip dengan iTunes," kata Grebbennikov.
Pengguna layanan ini nantinya bisa berlangganan perlindungan dari Kaspersky yang kemudian bisa dipasang di dekstop, notebook dan perangkat genggam mereka. Bahkan, ia mencontohkan, ini bisa diterapkan pada keluarga, misalnya untuk parental control pada smartphone yang digunakan anak-anak.
Belum banyak rincian yang boleh diungkap mengenai layanan tersebut. Namun pendekatan berbasis pengguna ini memang sedang dikembangkan oleh Kaspersky, baik untuk pengguna di lingkungan korporat maupun konsumen akhir.
(wsh/fyk)