Penelitian itu dilakukan oleh Xuxian Jiang, profesor dari North Carolina State University di Amerika Serikat. Jiang menemukan 12 aplikasi jahat di Android Market, beberapa sudah berusia beberapa bulan dan di-download hingga ratusan ribu kali.
Seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Senin (13/6/2011), seluruh aplikasi jahat itu telah dikeluarkan oleh Google dari Android Market.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
10 aplikasi jahat itu juga mengandung 'jalan belakang' yang membuat aplikasi di-update tanpa sepengetahuan pengguna. Update itu juga bisa mengandung kode yang lebih jahat lagi.
10 aplikasi itu disinyalir mengandung fungsi mengumpulkan data login Facebook, Gmail dan account lain. Namun menurut Jiang fungsi ini tak digunakan.
2 dari 12 aplikasi itu bisa membuat pulsa korbannya bobol. Ini karena secara diam-diam mengirimkan pesan singkat ke layanan Premium tertentu.
1 dari 12 aplikasi itu pernah dimunculkan dalam bazaar aplikasi yang disponsori Google. Ini menunjukkan kelihaian mereka dalam menyamar sebagai aplikasi baik.
1 dari 12 aplikasi itu bernama Angry Birds Rio Unlock. Jelas-jelas berusaha mendompleng kepopuleran game Angry Birds.
Menanggapi penemuan ini, jurubicara Google mengatakan tak ada indikasi aplikasi yang ditemukan telah dipakai untuk membobol account pengguna Google.
"Kami menyadari dan telah membekukan sejumlah aplikasi mencurigakan dari Android Market. Kami menghapus aplikasi dan account developer yang melanggar kebijakan kami," sebut pernyataan resmi Google.
Sebenarnya, Google punya perhatian yang cukup intensif pada keamanan. Hal ini terutama pada layanan web dan browsernya. Namun dalam hal Android kerap kali terjadi insiden.
(wsh/wsh)