"Dimulai pada November 2009, serangan cyber tersembunyi dan dengan target tertentu telah dilakukan pada perusahaan minyak, energi dan petrokimia global," demikian disebut McAfee, seperti detikINET kutip dari AFP, Jumat (11/2/2011).
Selain perusahaan, para cracker juga menyasar para eksekutifnya di Taiwan, Yunani dan AS. Tujuannya untuk mendapat informasi penting dan rahasia tentang produksi minyak serta dokumen finansial yang amat berharga jika jatuh ke tangan pesaing. Ada 5 perusahaan minyak diserang, namun nama mereka tak disebutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut McAfee, tools untuk melakukan hacking memang tersedia secara luas di dunia bawah tanah China. Serangan pada perusahaan minyak ini dilakukan beberapa orang, namun aktor utamanya diduga seorang individu yang tinggal di wilayah Shandong.
Vendor keamanan komputer asal Amerika Serikat ini menambahkan, serangan dilakukan secara rutin pada jam kerja. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa serangan dilakukan bukan oleh cracker amatiran, tapi profesional yang biasa bekerja sesuai jam kantoran.
Para cracker asal China sudah sering dituding menyerang jaringan komputer negara-negara lain. Bahkan diduga, pemerintah China sendiri yang menjadi dalangnya meski mereka selalu membantah. (fyk/rns)