Demikian komentar dari Alfons Tanujaya, analis antivirus dari Vaksincom, saat dihubungi detikINET, Kamis (27/1/2011). Menurut Alfons, tantangan terbesar dari membuat antivirus terletak pada sifatnya yang jangka panjang.
"Karena antivirus itu ibaratnya lari marathon dan bukan lari jarak pendek atau sedang. Virus muncul terus, dan setiap hari harus diperbaharui, jadi kalau ada stamina bertahun-tahun untuk hal ini, baru bisa berhasil," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, Alfons memperhatikan bahwa pembuat antivirus lokal umumnya masih duduk di bangku kuliah. Jika sudah lulus, ia akan bekerja dan antivirusnya tak terurus.
"Jadi kira-kira (umurnya) 5 tahun lah. Tapi kalau yang buat ini anak SMP, dia punya napas panjang tuh. Paling tidak 8 tahun," tukas Alfons.
(wsh/ash)