Alfons Tanujaya, analis antivirus dari Vaksincom, mengatakan temuan pihaknya itu sempat menjadi perdebatan di komunitas antivirus dunia. Beberapa analis dari firma antvirus lain sempat tak percaya dengan temuan analis dari Indonesia.
"Stuxnet membuat file Winsta yang membengkak dan membuat hardisk menjadi penuh. Sebenarnya hal ini merupakan 'kecelakaan' alias bug program. Kan harusnya Stuxnet itu bekerja diam-diam," ujar Alfons pada detikINET, Rabu (26/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penuhnya hardisk terjadi saat Stuxnet mengeksploitasi celah MS010-061 Print Spooler. Jika sukses, seharusnya Stuxnet hanya menginfeksi sebuah file terkait.
Namun karena ada bug, eksploitasi itu bisa gagal dan membuat Stuxnet membanjiri file dengan '0' dan 'sampah' lain. Hal inilah yang terdeteksi dalam analisa tim Vaksincom.
Alfons mengatakan rekan-rekan analis dari mancanegara, setelah melakukan analisa ulang, kini telah mengakui bahwa Stuxnet bisa menyebabkan gangguan pada komputer yang bukan jadi target aslinya.
(wsh/ash)