Graham Cluley dari Sophos memaparkan, virus tersebut dikirim melalui penyingkat URL goo.gl. Pengguna digiring agar membuka tautan aplikasi antivirus palsu yang sejatinya adalah virus itu sendiri.
"Ribuan tweeps menemukan bahwa akun mereka memposting tautan berisi program jahat tanpa seizin mereka. Ini menandakan adanya serangan dari anti virus palsu tersebut," kata Cluley seperti dikutip detikINET dari PC World, Selasa (25/01/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini menjadi ladang menarik bagi para pelaku kejahatan cyber untuk memanfaatkannya dalam menyebarkan malware atau virus. Terlebih lagi, dengan banyaknya jumlah pengguna Twitter, akan sangat menguntungkan bagi mereka untuk mendapatkan korban dalam jumlah banyak sekali bidik.
(rns/wsh)