Hal itu disampaikan Mikko Hypponen, Chief Research Officer perusahaan antivirus F-Secure, dalam blog resmi F-Secure yang dikutip detikINET, Selasa (22/6/2010).
"Selama 12 jam terakhir, ada lebih dari 1000 account Twitter yang jadi korban serangan dengan metode yang belum diketahui," tulis Mikko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum jelas apa metode yang digunakan para penyerang dalam aksi ini. Namun Mikko menduga, ada serangan Phishing bagi pengguna Twitter dalam Bahasa Ibrani.
(wsh/wsh)