Masalahnya, Kenzero kemudian mempublikasikan net history pengguna yang terinfeksi ke website publik. Jika korban ingin data privat itu dihapus, mereka diperas untuk memberikan sejumlah uang.
"Semua informasi itu akan dipublikasikan di website dan kemudian, korban akan menerima e-mail. E-mail itu datang dari perusahaan bernama Romancing Inc yang berjanji akan menghapus data tersebut jika dibayar," kata vendor keamanan Trend Micro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan, sudah ada 5500 orang di negeri Matahari Terbit yang mengaku terinfeksi Kenzero. Dikutip detikINET dari BBC, Jumat (16/4/2010), virus ini sedang dimonitor ketat oleh Trend Micro. (fyk/eno)