Menurut perusahaan sekuriti Symantec, situs phishing ini coba meyakinkan user dengan menyatakan bahwa pengguna bisa mendapatkan konten pornografi gratis setelah masuk atau mendaftar di situs tersebut. Padahal yang sebenarnya terjadi, data sensitif mereka sudah dinanti pencuri cyber.
"Penawaran ini menarik pengguna untuk memasukan informasi rahasia mereka dengan harapan mendapatkan konten pornografi," ujar Symantec.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengguna internet diimbau untuk waspada. Terlebih, 92% dari kejahatan phishing dewasa berada di situs jaringan sosial, sisanya berada di merek layanan informasi.
"Situs phishing tersebut dibuat menggunakan layanan webhosting gratis," pungkas sang perusahaan antivirus tersebut dalam rilisnya yang diterima detikINET, Kamis (25/2/2010). (ash/faw)