Dengan software murah bernama SkyGrabber, para cracker membesut aksi cybernya yang menyasar perangkat canggih tersebut. Cracker kemungkinan memanfaatkan link telekomunikasi di sistem pesawat yang tak terlindungi.
Terang saja berita ini memicu kekhawatiran tentang rentannya sistem keamanan Predator. Sebab dengan mengakses video dari Predator, para militan bisa mengetahui wilayah mana yang jadi intaian militer AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ofisial militer menegaskan celah keamanan sudah diperbaiki. Diyakini kelemahan itu sudah lama diketahui, namun tak disangka musuh bisa mengeksploitasinya.
Developer yang mengembangkan SkyGrabber mengaku tak tahu bagaimana program buatannya bisa dipakai untuk mengintersep video feed dari Predator.
"Software ini dikembangkan untuk mengintersep musik, foto, video, program dan konten yang didownload user lain dari internet," ucap Andrew Solonikov, salah seorang developer SkyGrabber. (fyk/ash)