Menteri Hukum Singapura, K. Shanmugam mengatakan, tim ini ditunjuk sebagai regulator yang bertanggung jawab atas keamanan cyber nasional. "Terutama untuk menghalau ancaman dari luar seperti teroris dan mata-mata cyber," ujarnya, dikutip detikINET dari AFP, Sabtu (3/10/2009).
Selanjutnya, imbuh Shanmugam, tim bernama Singapore Infocomm Technology Security Authority (SITSA) ini akan mulai bekerja pada Kamis depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah untuk itu, tak hanya pengamanan ekstra di dunia nyata saja yang diperketat Singapura. Namun juga keamanan dari sisi lalu lintas informasi dan akses penerobosan sistem di dunia maya juga mereka waspadai.
Shanmugam bercerita, belum lama ini serangan dedemit maya coba menerobos Korea Selatan dan Amerika Serikat. Dalam serangan itu, situs pemerintah dan personal menjadi korban.
"Hal inilah yang patut diwaspadai. Tapi bukan tidak mungkin pula kita untuk mencegahnya," tukasnya.
"Namun yang terpenting kita harus bekerja bersama sebagai tim, agar bisa membuat tindakan yang efektif dalam menghalau serangan dan meminimalisir dampak yang dihasilkan." pungkas Shanmugam.
(ash/wsh)