Biz Stone, salah satu pendiri Twitter mengatakan, ancaman ini merupakan lanjutan dari serangan para peretas yang dilancarkan minggu lalu. "Serangan itu berlanjut namun kami dapat lebih baik menghadapinya," ujar Stone.
Dengan kata lain, sistem TI situs mikro blogging tersebut tak mengalami masalah berarti. "Sistem dan platform kami terlihat masih baik," tukasnya, dikutip detikINET dari AFP, Selasa (11/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, serangan cyber massal sempat membuat layanan situs mikro blogging Twitter lumpuh dan mengganggu situs jejaring sosial Facebook. Meski sudah mulai pulih, kedua pihak tetap waspada.
Sejumlah spekulasi lantas berkembang pasca insiden tersebut. Bahkan ada saling tuding di antara pihak-pihak yang berseberangan.
Rusia sempat dituding jadi pihak di balik serangan tersebut. Tudingan ini disampaikan oleh Cyxymu, blogger yang konon menjadi target serangan Denial of Service (DoS) tersebut.
Namun sebuah pernyataan balasan justru mempertanyakan serangan itu sebagai rekayasa demi menarik simpati. Serangan itu disebut sukses mengorbitkan Cyxymu sebagai tokoh global. (ash/faw)