Untuk itu, negeri kerajaan ini membuat pusat komando keamanan cyber baru demi memperkuat pertahanan cyber. Lembaga Cyber Security Operations Center ini pun mendapat suntikan darah segar, yakni para hacker yang usianya masih belasan tahun.
"Anda memerlukan para anak muda yang benar-benar mendalami masalah ini. Sebagian dari mereka adalah para bocah nakal yang tentunya bakal senang menghentikan ulah bocah nakal lainnya," tukas Lord West, menteri keamanan Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara seperti China dan Rusia dikhawatirkan menyasar fasilitas penting Inggris termasuk pusat bisnis maupun sistem kelistrikan.
Dikutip detikINET dari Wired, Jumat (26/6/2009), Inggris tampaknya kian sadar pentingnya meraih supremasi di ranah peperangan cyber. Bahkan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown meyakini bahwa dunia cyber adalah medan perang baru di abad 21. (fyk/ash)