Pakar keamanan cyber Ankit Fadia mengatakan, hal itu tak lain karena negara ini masih memiliki banyak celah untuk terciptanya gerakan-gerakan teroris cyber.
"Akibatnya akan berpengaruh kepada kondisi bisnis dan investasi di negeri ini," ujar pria yang juga turut membantu kepolisian Mumbai melacak pengirim email teroris terkait insiden serangan berdarah 26 November lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kejadian itu pernah terjadi di Estonia, maka tidak mungkin juga kejadian sama bakal terulang di India. Dimana negara ini termasuk kuat dalam hal TI namun lemah untuk keamanan cyber," tukas Ankit.
Untuk itu, pemerintah diminta untuk memperkuat keamanan sistem perbankan, perdagangan saham, komunikasi, airport, stasiun kereta api dan beberapa lokasi vital lainnya untuk menangkis segala kemungkinan serangan ini.
"Dan ancaman India selanjutnya adalah berasal dari teroris cyber," imbuh pria yang juga penulis 13 buku soal keamanan cyber ini seperti dikutip detikINET dari thaindian, Kamis (18/12/2008).
Peringatan Ankit ini memang bukan tanpa alasan. Sebab, berkaca pada serangan yang terjadi beberapa waktu lalu, para teroris ini terlihat mahir menggunakan perangkat teknologi. Jadi gerak-geriknya menggunakan perangkat TI meski diwaspadai.
(ash/ash)