Itulah statistik cukup mengejutkan yang dikemukakan biro keamanan komputer yang berbasis di Kopenhagen, Secunia. Secunia mengemukakan data itu berdasar penelitian melalui utility Personal Software Inspector (PSI) yang di-install di komputer konsumen.
Menurut Thomas Kristensen, Chief Technology Officer Secunia, utility itu bisa melacak keberadaan aplikasi yang belum di-patch. Secunia kemudian memilih secara acak 20.000 komputer yang telah mengadopsi PSI sebagai bahan studinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir ComputerWorld dan dikutip detikINET, Kamis (4/12/2008), data dari PSI menunjukkan hanya 1,9 persen pengguna yang komputernya benar-benar aman. Angka ini lebih rendah daripada data studi terakhir bulan Januari di mana 4,5 persen komputer masih terbebas dari program yang tidak di-patch.
Kristensen menengarai bahwa hal itu disebabkan para pengadopsi PSI pada awalnya adalah para pemakai yang melek teknologi. Namun seiring pemakaiannya yang makin meluas, kian banyak dijumpai komputer yang berisiko diserang program jahat.
Sharing info soal keamanan komputer? Gabung di detikINET Forum! (fyk/dwn)