Menurut Symatec MessageLabs, kenaikan level peredaran spam ini ditengarai berasal dari sisa-sisa sumber penyebar spam yang belum berhasil dicokok aparat.
Volume spam dunia menurun drastis antara 70-80 persen ketika McColo ditutup, namun 20 persen sisanya yang kemarin masih beroperasi kini sudah menggelembung menjadi 37 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
McColo memang diyakini sebagai biang penyebaran spam kelas wahid dan telah ditutup di Amerika Serikat. ISP di Amerika segera 'menghabisi' McColo setelah berbagai bukti menunjukkan perusahaan itu adalah raksasa untuk urusan menyebar spam.
Investigasi media The Washington Post mengungkap, McColo menyebar e-mail dengan umpan konten pornografi anak sampai produk sekuriti palsu.
(ash/fyk)