Bahkan seperti dilansir Foxnews dan dikutip detikINET, Senin (10/11/2008), para cracker itu berhasil meraup data penting, di antaranya konten e-mail para pejabat. Aksi pencurian itu dilakukan sebelum teknisi berhasil memperbaiki sistem yang diserang.
Intelijen Amerika Serikat menuding pemerintah China mensponsori aksi pembobolan tersebut. Namun demikian, memang diakui sulit melacak sumber pasti dari serangan cyber ke Gedung Putih itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ingin tahu beragam info mengenai keamanan cyber? Gabung saja di detikINET Forum! (fyk/dwn)